Rabu, 28 September 2016



5 Nasehat Malaikat Jibril Kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam*
Ust. Mahtum Ali S di Al-Manar Kaliwungu
Ngaji Ahad keempat bersama Ust. Mahtum Ali S. di Pondok Tahfidz al-Manar Kaliwungu


عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.
Dari Sahal bin Sa’ad, dia berkata, Jibril as datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata: “Ya Muhammad, Ya Muhammad hiduplah sesukamu tapi ingatlah kamu akan mati. Cintailah siapa saja yang kamu cintai tetapi nanti pun kamu akan berpisah dengannya. Berbuatlah semau kamu nanti pun kamu akan menerima balasannya.” Kemudian Jibril as berkata lagi: “Wahai Muhammad, Sesungguhnya kemuliaan seorang mukmin tergantung pada shalat malamnya, dan harga diri seorang mukmin terletak pada ketidakbutuhannya terhaap apa yang dimiliki orang lain.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dalama al-Mustadrok)

Rabu, 01 Juni 2016

VISI DAN MISI
PONPES AL-MANAR MUHAMMADIYAH
KALIWUNGU

a.      Visi Pondok
Membentuk serta menyiapkan generasi muda Islam sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa, berwawasan luas, memiliki kompetensi sebagai dai / mubaligh, memiliki jiwa kepemimpinan, dengan berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadits.

Minggu, 22 Mei 2016

Bismillah wal hamdu lillah,


Jamaah Ibu-ibu Pengajian Ahad Keempat di al-Manar Muhammadiyah Kaliwungu
Jamaah Ngaji Ahad keempa Ibu-Ibu
Pada ahad keempat bulan Mei ini pengajian rutin Ahad pagi minggu keempat di ponpes al-Manar Muhammadiyah Kaliwungu alhamdulillah berjalan lancar. Pemateri pada Ahad ke empat ni, tepatnya 15 Sya'ban 1437H/22 Mei 2016 diisi oleh Ust.H.M. Syaifuddin, S.Sy., S.Th.I. (Ketua PDM Kulon Progo dan Pengasuh PP. Al Manar Muhammadiyah Pengasih, Kulonprogo D.I.Y). Adapun materi pengajian tersebut berkaitan dengan amalan bulan Sya'ban dan Ramadlan sebagai berikut:




AMALIYAH BULAN SYA’BAN DAN RAMADHAN[1]


Minggu, 26 April 2015

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Muqodimah
Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan, diakui secara faktual tidak banyak memiliki lembaga pendidikan pondok pesantren. Jika mau kita bandingkan, jumlah pondok pesantren yang dimiliki / dikelola oleh Muhammadiyah, jumlahnya sangat tidak sebanding dengan lembaga pendidikan formal non pesantren ( umum ). Sehingga sangat kita rasakan, jika di Muhammadiyah kekurangan tenaga da’i dan mubaligh dari kalangan pesantren untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah. Yang ada sekarang ini, banyak di dominasi oleh oleh para da’i dan mubaligh dari kalangan kampus. Hal ini ditegaskan oleh KH. MS. Ibnu Juraimi ( mantan Direktur Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah ). Kalaupun ada beberapa da’i dan mubaligh dilingkungan Muhammadiyah yang berasal dari kalangan pesantren, bisa dipastikan jika hampir sebagian besar bukan jebolan / alumni pondok pesantren Muhammadiyah. Sehingga apa yang disampaikan dalam dakwahnya, kadang tidak selaras atau kurang memahami apa yang menjadi substansi dari paham serta ideologi Muhammadiyah.