BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Muqodimah
Muhammadiyah sebagai
organisasi sosial keagamaan, diakui secara faktual tidak banyak memiliki lembaga
pendidikan pondok pesantren. Jika mau kita bandingkan, jumlah pondok pesantren
yang dimiliki / dikelola oleh Muhammadiyah, jumlahnya sangat tidak sebanding dengan
lembaga pendidikan formal non pesantren ( umum ). Sehingga sangat kita rasakan,
jika di Muhammadiyah kekurangan tenaga da’i dan mubaligh dari kalangan
pesantren untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah. Yang ada sekarang ini, banyak
di dominasi oleh oleh para da’i dan mubaligh dari kalangan kampus. Hal ini
ditegaskan oleh KH. MS. Ibnu Juraimi ( mantan Direktur Pendidikan Ulama Tarjih
Muhammadiyah ). Kalaupun ada beberapa da’i dan mubaligh dilingkungan
Muhammadiyah yang berasal dari kalangan pesantren, bisa dipastikan jika hampir
sebagian besar bukan jebolan / alumni pondok pesantren Muhammadiyah. Sehingga
apa yang disampaikan dalam dakwahnya, kadang tidak selaras atau kurang memahami
apa yang menjadi substansi dari paham serta ideologi Muhammadiyah.